
KATA PENGANTAR
Al-Muhaddits Sayyid Muhammad Yusuf Al-Bannuri
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على خاتم النبيين سيدنا ومولانا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين
Umat Islam ini sejak kemunculannya sampai hari ini senantiasa mendapat ujian dan cobaan dengan berbagai cobaan besar yang kemudian menjadi rintangan dahsyat bagi perkembangan dan pengembangan agama Islam. Bahkan cobaan dan rintangan ini hampir meruntuhkan bangunan tinggi agama yang dibangun oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam andaikata tidak ada pemeliharaan dari Allah dan jaminan kekekalannya.
Sekte Syi’ah, Khawarij, Jahriyyah, Qadariyyah, Karamiyyah dan lainnya yang semua semua fitnah ini pernah menyusup dan tumbuh di berbagai negara Islam. Dan pengaruhnya terasa sampai pada saat sekarang ini, tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala mentakdirkan ulama-ulama Islam ini bangkit untuk membelanya dan memperkokohkan pagarnya dari serangan-serangan orang-orang kafir dan orang-orang sesat, sehingga agama Islam yang mulia ini tetap tegak dan eksis sepanjang zaman dengan memancarkan cahayanya yang mulia yang kemilau di mata orang-orang atheis, zindiq dan kafir.
Termasuk ujian besar yang dihadapi umat Islam yang sangat membahayakan ajaran Islam yang murni adalah fitnah yang dikobarkan oleh Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiani, dengan persekongkolan dan perencanaan matang pemerintah Inggris ketika menjajah negara yang luas, yaitu India; di sebuah desa Qadian, Gardaspur, Punjab Timur, India. Dalam membuat pengakuan-pengakuan ia lakukan secara bertahap, mula-mula ia mengaku sebagai mujaddin (reformis), lalu mengaku menjadi nabi, kemudian menjadi rasul yang diberi wahyu yang wahyunya itu seperti Al-Qur’an yang kemudian ia cocok-cocokkan kepada dirinya. Selanjutnya ia meniru-niru mukjizat Nabi terakhir Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dengan menjadikan mesjidnya sebagai mesjid Al-Aqsha. Desanya sebagai Makkah Al-Mukarramah. Lahore sebagai Madinah. Kubah masjidnya diberi nama Manarah al-Masih. Membangun sebuah kuburan yang diberi nama Bhasti Maqbar (Maqbaratul Jannah) yang siapapun dikubur di situ termasuk ahli surga.
Ia dengan terang-terangan menghina Nabi ‘Isa ‘Alaihis Salam, padahal sepanjang sejarah tidak ada Nabi menghina nabi lain. Ia mengkafirkan setiap orang yang tidak percaya kepadanya. Ia mendakwahkan bahwa pemerintah yang ditetapkan oleh Allah di permukaan bumi adalah pemerintah Inggris. Dalam salah satu kitab karangannya ia menjelaskan bahwa Qadianisme adalah sebuah pohon yang sengaja ditanam oleh Inggris yang kemudian membawa bencana dan petaka dan menjerumuskan setiap orang yang dekat dengannya ke jurang kekafiran.
Pada mulanya fitnah Qadianisme ini kecil, lalu berkembang dan menyebar luas ke seantero dunia. Melihat ancaman yang ditiupkan golongan sesat ini, para ulama bangkit dan membasminya melalui lisan dan tulisan. Di antara ulama India yang gigih menentang adalah Maulana Muhammad Anwar Syah Al-Kasymiri pimpinan Darul ‘Ulum Deobaud. Beliau menulis kitab dalam bahasa ‘Arab, Persia dan Urdu yang berisi penolakan faham-faham sesat Qadianisme. Di antara tulisannya adalah kitab:
-
‘Aqidah Islam Fi Hayati ‘Isa ‘Alaihis Salam.
-
Tahiyyatul Islam Fi Hayati ‘Isa ‘Alaihis Salam.
-
Risalah Fi Tafsiri Ayati Khatamin Nabiyyin.
-
Ikfarul Mulhidin Fi Dharuratud Din.
-
At-Tashrih Bima Tawatara Fi Nuzulil Masih.
Ulama Islam India tempat lahirnya Qadianisme mengkafirkan pengikut golongan ini. Kekafiran mereka jelas bagaikan matahari di siang hari, dan tidak lagi memerlukan dalil dan bukti. Sayyid Abu Hasan ‘Ali An-Nawi menulis buku berjudul Al-Qadiani wal Qadianiyyah yang merujuk beberapa ajaran dan ‘aqidah Qadianisme yang cukup menjadi dasar kekafiran golongan ini. Kemudian disusul oleh Ihsan Ilahi Dzahir lalu Syekh Mandhur Ahmad Al-Janyuti dengan sebuah kitab yang berjudul Al-Qadiani wa Mu’taqadatuh. Syeikh Mandhur dalam bukunya ini membongkar doktrin dan ‘aqidah golongan Qadianisme yang dikutip langsung dari kitab-kitab mereka yang berbahasa arab maupun yang berbasa Urdu, sehingga kekafiran golongan ini semakin tampak dan tidak perlu dikemukakan dalil dan analisa.
Semoga Allah memberi balasan baik kepada ulama yang berjuang dengan lisan dan tulisan untuk memberantas kebathilan Qadianisme ini.
وصلى الله على خاتم النبيين محمد وآله وأصحابه و أتباعه وعلمآء أمته العاملين
Karachi, 5 Jumadil Akhir 1391 H.
(Muhammad Yusuf Al-Husaini)
