
PENGANTAR PENULIS
الحمد لله وحده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، ولا أمة بعد أمته، ولا كتاب بعد كتابه، وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعهم إلى يوم الدين
Nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiani muncul pada penghujung abad ke 19 Masehi, tepatnya pada tahun 1840 di propinsi Punjab India. Ia mengaku menjadi nabi dan menganggap kafir setiap orang yang tidak percaya padanya. Ia mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, dan ia memang paham yang sengaja ditanamnya sebagaimana pengakuannya sendiri. Nabi palsu ini mendeklarasikan penghapusan ajaran jihad dan keharusan taat dan setia kepada pemerintah Inggris. Ia menyebarkan dakwahnya ke pelosok-pelosok negeri sampai ke pusat Islam dan tempat turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad manusia terbaik Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu Makkah dan Madinah. Nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiani ini menjadikan tempat kelahirannya yaitu desa Qadian sebagai pusat penyebaran dakwahnya di India, sampai ia menjumpai ajalnya akibat serangan penyakit diare pada bulan Mei 1908 M.
Pada tahun 1947 M. India pecah dan terbentuklah negara Pakistan. Sejak saat ini pengikut golongan Ahmadiyyah (Qadianisme) membangun tempat baru dengan nama “Rabwah” untuk dijadikan pusat dakwah di dalam negeri dan luar negeri Pakistan.
Ulama-ulama Islam dan tokoh-tokoh agama merasa kuatir akan bahaya fitnah Ahmadiyyah ini dan menganggap perlu secepatnya untuk diberantas. Mereka lalu memberantasnya dengan lisan dan tulisan, dan menetapkan hukum kafir atas Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadian dan para pengikutnya serta menganggap mereka keluar dari agama Islam.
Di dalam karya tulis yang berjudul Al-Qadiani ini, saya menyuguhkan kepada saudara-saudara kaum muslimin sebagian pengakuan-pengakuan kecil dari nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad, antara lain tentang:
-
Pengakuannya sebagai nabi dan lainnya.
-
Aqidah kematian Nabi Isa ‘Alaihis Salam.
-
Mengkafirkan kepada orang yang tidak percaya kepada ke-nabi-annya yang palsu.
-
Dukungannya kepada penguasa Inggris.
-
Fatwa yang mengharamkan jihad.
-
Penghinaannya terhadap para nabi, khususnya Nabi Isa putra Maryam ‘Alaihimas Salam.
Tanpa saya beri penjelasan atau komentar, saya hanya mengutip kalimat-kalimat dan ungkapan dari kitab-kitab Qadianisme dengan halamannya.
Semoga Allah memberi petunjuk kepada jalan yang benar.
Amin.
Pakistan, 29 Juli 1971 M.
Mandhur Ahmad Janyuti
