
-
PROPAGANDA MIRZA GHULAM AHMAD AL-QADIANI
PENGAKUANNYA SEBAGAI NABI DAN RASUL
Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiyani mengklaim bahwa dirinya adalah seorang Mujaddid (pembarharu), Mahdi, Al-Masih, Nabi kemudian Rasul. Ia mula-mula mengklaim sebagai seorang Mujaddid lalu menjadi nabi bahkan lebih dari itu, inilah diantara pengakuan-pengakuannya:
-
Hati semua orang telah mati, dosa telah menyebar di mana-mana, kesulitan dan kesusahan semakin menjadi, maka di saat kegelapan yang panjang ini dibutuhkan cahaya langit, dan akulah cahaya itu, aku Mujaddid yang diperintahkan, hamba yang dimenangkan, Mahdi dan Al-Masih yang dijanjikan. Sesungguhnya saya telah menempati kedudukan dari Tuhan-ku yang tak seorang pun mengetahuinya. (Khutbah Ilhamiyyah, hal 51).
-
Bergembiralah kamu semua, karena telah datang kepadamu Al-Masih yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa, dan diberinya perkataan (kalam) yang fasih. Beruntunglah kamu semua, sebab telah datang kepadamu Al-Mahdi yang dijanjikan dengan membawa harta yang berlimpah dan aneka ragam benda yang mewah. Hai manusia sesungguhnya aku adalah Ahmad Al-Mahdi. (Khutbah Ilhamiyyah, hal 60-61).
-
Aku adalah Al-Masih yang dijadikan, yang kedatangannya telah dipastikan dari Allah Al-Hakim di akhir zaman, dan aku adalah orang yang diberi anugerah yang telah diisyaratkan di dalam Al-Fatihah ketika munculnya dua kelompok (partai) yang telah disebutkan. (Khutbah Ilhamiyyah, 189)
-
Apabila telah dikatakan bahwa Al-Masih Isa telah diciptakan tanpa ayah dari tangan kekuasaan-Nya dan ini merupakan perkara luar biasa, maka tidaklah sempurna jika dibandingkan dengan persoalan Al-Qadiani (Ghulam Ahmad). Kami katakan: “Sesungguhnya penciptaan manusia tanpa bapak itu termasuk dalam kebiasaan Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.. ya.. kami menerima bahwa kejadian ini memang langka menurut hukum melahirkan. Demikian juga penciptaanku dari Allah Yang Esa kelangkaannya seperti penciptaan Al-Masih. Ketentuan ini cukup bagi orang yang bahagia; sesungguhnya aku telah dilahirkan dalam keadaan kembar. Kembaranku ini perempuan dan telah meninggal dunia di desa ini, sedangkan aku tetap hidup dengan takdir Allah yang mulia. Kejadian ini tidak diragukan lagi kelangkaannya menurut cara yang dikenal orang banyak. Aku ini diutus menjadi utusan sedangkan aku dalam kondisi menderita dua penyakit, satu penyakit menimpa setengah badan bagian bawah (sering kencing seratus kali dalam sehari semalam), dan satu penyakit pada setengah badan bagian atas (pusing kepala dan melankoli), maka kehidupanku lebih menakjubkan dari pada kelahiran Al-Masih dan sebuah I’jaz bagi orang yang melihat. (Khutbah Ilhamiyyah, hal 85, 86 dan 87).
-
Sesungguhnya aku ini adalah Al-Masih, dan dengan membawa kebenaran aku berjalan dan berkeliling….., sesungguhnya Isa telah mati dan takkan hidup dengan hidup kalian semua. (Tuhfatun Nudrah: 1).
-
Aku ini adalah Al-Masih, aku ini adalah Al-Kalin (yang diajak bicara langsung oleh Tuhan) dan aku ini adalah Muhammad dan Ahmad yang terpilih. Ungkapan ini terjemahan syi’irnya yang berbahasa Persi:منم مسيح زمان منم كليم خدا-منم محمد و احمد كه مجتبي باشد
(Tiryatul Qulub: 3).
-
Aku telah dijadikan sebagai Dewi Maryam dan tetap sebagai Maryam selama dua tahun, kemudian ruh Nabi Isa ditiupkan kepadaku sebagaimana telah ditiupkan kepada Maryam, dan aku mengandung dalam bentuk perasaan. Setelah beberapa waktu yang tidak lebih dari sepuluh bulan aku berubah dari jelmaan sebagai Maryam dan dijadikan Isa. Dengan cara ini aku menjadi putra Dewi Maryam. (Safinah Nuh, hal 46).
-
Sesungguhnya Allah menamakan aku Maryam yang telah mengandung Isa, dan aku adalah yang dimaksud firman Allah: وَمَرْيَمَ ابْنَةُ عِمْرَانَ الَّتِيْ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُوْحِنَا“Dan Maryam putri Imran yang telah menjaga farjinya lalu kami tiupkan padanya dari ruh kami”, karena hanya akulah orang yang dipanggil, bahkan aku adalah Maryam dan sesungguhnya telah ditiupkan kepadaku ruh Isa. (Hasyiah Haqiqat Wahyi, 337)
-
Sesungguhnya aku telah melihat diriku dengan keadaan telanjang, sepertinya aku seorang perempuan, dan Allah menampakkan kekuatan kelaki-lakian padaku. Isyarat ini cukuplah buat orang yang jernih dan cerdas. (Dlahiyyat Islam, hal. 34)
-
Sungguh telah diwahyukan kepadaku dari Tuhanku sebelum wabah tha’un terjadi agar aku membuat perahu dengan pengawasan kami dan petunjuk wahyu kami. Dan janganlah kamu bicarakan dengan aku tentang orang-orang yang dizalimi itu, sesungguhnya itu akan ditenggelamkan. Sesungguhnya orang yang membai’at kamu, mereka itu sebenarnya membai’at Allah. Khutbah Ilhamiyyah: 187-188)
-
Lihatlah sekarang, sesungguhnya Allah telah menjadikan apa yang telah diwahyukan kepadaku dan ajaran-ajaranku seperti bahtera Nabi Nuh. Dan Dia menjadikannya sebagai pusat keselamatan manusia seluruhnya. (Arba’in, No. 4, hal: 6)
-
Sesungguhnya aku disisi Tuhan-ku seperti Adam…. Allah menjadikan aku Adam dan Dia memberi aku semua yang diberikan kepada bapak manusia. (Khutbah Ilhamiyyah: 253-254)
-
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul dan nabi. (Karam Badar, 5 Maret 1908)
-
Saya beritahukan bahwa berita tentang kamu itu ada di dalam Al-Qur’an dan Hadits, engkau adalah bukti kebenaran dari ayat ini: هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّه
“Dia-lah yang mengutus utusan-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak, untuk dimenangkannya atas semua agama.” (I’jaz Ahmadi, hal 9)
-
Dan Allah yang haq yang telah mengutus rasul-Nya di Qadian. (Dafi’ul Bala’, hal. 11)
-
Sesungguhnya kami menurunkannya di dekat Qadian, dan kami turunkan dengan sebenar-benarnya dan dengan kebenaran ia turun, dan keputusan Allah itu mesti terlaksana.(Anjam Aatham, hal. 54)
-
Bagaimana aku menolak apa yang telah diwahyukan kepadaku selama 23 tahun secara terus menerus, aku beriman kepada wahyunya yang suci, sebagaimana aku beriman pada semua wahyu yang diwahyukan sebelumku. (Hakekat Wahyu, hal. 15)
-
Engkau dikalangan mereka seperti kedudukan Musa, dan bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan. (Anjam Aatham, hal. 55)
-
Berbahagialah kamu hai Ahmad, engkau adalah yang Kukehendaki dan engkau bersama-Ku. Sesungguhnya Aku penolongmu penjagamu, dan sesungguhnya Aku yang menjadikan pemimpin untuk manusia. (Anjam Aatham, hal. 55)
-
Tinggalkanlah menyebut-nyebut putra Maryam, karena sesungguhnya Ghulam Ahmad lebih baik darinya. ابن مريم كى ذكر كو جهور _ اس سى بهتر غلام احمد هى
(Dafi’ul Bala’, hal. 20)
-
Lihatlah, sesungguhnya aku datang menurut berita dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, dan ‘Isa tidaklah mampu meletakkan kakinya diatas mimbarku. (Izalat Auham, hal. 69)
-
Barangsiapa masuk jamaahku, maka ia masuk ke dalam sahabat tuanku, utusan terbaik. (Khutbah Ilhamiyyah, 258)
-
Barangsiapa membedakan antara aku dan Al-Musthafa maka ia tidak mengenalku dan tidak melihat. (Khutbah Ilhamiyyah, hal. 56)
-
Katakanlah jika kalian semua mencintai Allah maka ikutlah aku niscaya Allah mencintai kamu semua. ((Anjam Aatham, hal. 56)
-
Dan tidaklah kami mengutus kamu melainkan sebagai rahmat untuk sekalian alam. ((Anjam Aatham, hal. 78 / Hakekat Wahyu, hal. 72)
-
Andaikata tidak ada kamu pasti tidak Kuciptakan alam semesta. (Al-Istifta’ 85; Hakekat Wahyu)
-
Sesungguhnya Kami mengutus kepadamu seorang utusan sebagai saksi atas kalian semua, sebagaimana Kami mengutus seorang utusan kepada Fir’aun. (Hakekat Wahyu, hal. 101)
-
Janganlah kamu takut, sesungguhnya orang yang dijadikan rasul tidak takut dihadapan-Ku. (Hakekat Wahyu, hal. 53)
-
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang, bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. (Anjam Aatham, hal. 58)
-
Dialah, yaitu Al-Qadiani sebagai bukti berita gembira ini: وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَد
“…dan memberi berita dengan datangnya seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad.” (Ainah Shadaqat, hal. 36)
-
Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang beriman bersamanya مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ di dalam wahyu Tuhan ini aku dinamai dengan Muhammad dan rasul Allah. (Ek Ghalthi Ka Izalah, 3)
-
Dan diberikan kepadaku apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain. (Tadzkirah, 658)
-
Diberikannya kepadaku apa saja yang belum pernah diberikan olehnya kepada siapapun dibumi ini. (Ainah Kamalat Islam, 374)
-
Kami telah melebihkan kamu atas selain kamu. (Majmu’atil Wahyi Al-Muqaddas,708)
-
Sesungguhnya kami telah memberikan telaga kepadamu-Al-Kautsar. (Anjam Atham, hal. 58)
-
Apa yang Allah berikan satu persatu pada setiap nabi, Dia berikan kepadaku seluruhnya. (Nuzulul Masih, hal. 99)
-
Banyak sekali tahta yang tempatkan di atas sana, dan tahta milikku diangkat atas semua tahta yang ada. (Tadzkirah, 346 dan 638)
-
Allah melebihkan kamu atas segala sesuatu. (Tadzkirah, 469, 579, 637)
-
Bangunan istana yang diberikan sebagai nikmat kepada orang yang diberinya itu lubang sebesar batu bata, dan Allah hendak menyempurnakan bangunan itu dengan batu bata lain, dan akulah batu bata itu. (Khutbah Ilhamiyyah, 177)
-
Sesungguhnya pertamanan masih belum juga sempurna sampai sekarang, dan daun-daunnya serta buah-buahnya menjadi sempurna dengan kedatanganku. (Barahin Ahmadiyyah, vol 5, hal. 113)
-
Sesungguhnya Muhammad telah turun kembali di tengah-tengah kita, dan keadaannya lebih menggemparkan dari pada kebangkitannya yang pertama (bi’tsah)-nya yang pertama. Barangsiapa ingin melihat Muhammad dalam bentuk yang sempurna maka hendaklah ia melihat Ghulam Ahmad di desa Qadian. (Badar, terbitan 25 Oktober 1906)
-
Ia (Ghulam Ahmad) pernah berkata yang maksudnya mengunggulkan dirinya dan ucapannya atas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Ucapannya itu disampaikan dalam bentuk sajak: له خسف القمر المنير وان لى _ غسا القمران المشرقان اتنكر ><وكان كلام معجز آية له _ كذلك لي قول على الطل يبهر
Ia (Nabi Muhammad) memiliki gerhana bulan yang terang bersinar, sesungguhnya aku memiliki dua gerhana bulan dan matahari yang memancar, adakah kamu mengingkari. Kalau yang melemahkan (lawan) adalah suatu bukti bagi kerasulannya, demikian aku memiliki ucapan yang dapat mengalahkan setiap orang. (I’jaz Ahmadi, hal. 79)
-
Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memiliki tiga ribu mukjizat, dan sesungguhnya mukjizatku lebih dari sejuta. (Tadzkirah Syahadatain, 41)
-
Setiap orang dapat menggapai kedudukan yang tinggi, sehingga ia andaikata ingin mengungguli derajat Muhammad Rasulullah maka ia dapat mengunggulinya. (Al-Fadlal, edisi 17 juli 1922)
-
Sesungguhnya aku ini diutus dari sisi Tuhanku dengan segala kekuatan, berkah dan kemuliaan. Dan telapak kakiku diatas menara yang tinggi. Maka takutlah kamu semua wahai pemuda kepada Allah dan kenalilah aku, taatlah kepadaku, janganlah kalian mati dalam keadaan durhaka, karena kiamat telah dekat dan tiba saatnya setiap orang ditanya dan dihinakan. (Khutbah Ilhamiyyah, hal. 70)
-
Janganlah kamu semua menyamakan aku dengan seseorang, dan jangan menyamakan siapapun denganku, janganlah kamu membinasakan dirimu dengan sikap ragu dan pura-pura tidak tahu. Sesungguhnya aku ini adalah sebuah daging tanpa kulit, ruh tanpa jasad dan matahari yang tak tertutup asap. Mencarilah orang seperti aku niscaya akan dapat menemukannya sekalipun kau mencintainya dengan lentera. (Khutbah Ilhamiyyah, 51-52)
-
Bersambung ke…
PENGAKUANNYA SEBAGAI TUHAN
