
PENGAKUANNYA SEBAGAI TUHAN
Mirza Ghulam Ahmad tidak hanya menyampaikan ucapan-ucapan yang menunjuk dirinya sebagai nabi dan rasul, tetapi lebih jauh dari itu dia mengeluarkan kalimat-kalimat yang menyatakan bahwa dirinya mampu melakukan apa yang dilakukan oleh Allah, bahkan dia mengaku sebagai Allah.
Perhatikanlah ucapan-ucapannya seperti salinan di bawah ini:
-
Aku telah diberikan sifat memusnahkan dan menghidupkan dari Tuhan Yang Maha Melaks…. (Khutbah Ilahiyyah, 55-56)
-
Sesungguhnya keadaanmu apabila engkau menghendaki sesuatu hanyalah engkau berkata kepadanya “jadilah” maka terjadi ia. (Hakekat Wahyu, 1051; Tadzkirah, 525, 656, 826)
-
Engkau disisi-Ku sama dengan tauhid (ke-Esa-an)-Ku. (Anjam Atham, hal. 51)
-
Engkau dari-Ku dan Aku darimu, penampilanmu adalah penampilan-Ku. (Tadzkirah, hal 650 dan 700)
-
Engkau disisiku sama dengan anak-Ku. (Hakekat Wahyu, hal. 86)
-
Dengarlah hai anak-Ku. (Al-Busyra, vol. I hal 49)
-
Engkau dari air Kami dan mereka dari batu. (Anjam Atham, hal. 55)
-
Bumi dan langit bersamamu, seperti ia bersama-Ku. (Anjam Atham, hal. 52)
-
Hai Ahmad, namamu sempurna dan nama-Ku tidak sempurna. (Anjam Atham, hal. 52)
-
Allah menjanjikan dari Arasy-Nya, Allah memuji kamu dan berjalan menuju kamu. (Anjam Atham, hal. 55)
-
Aku melihat diriku dalam mimpi diri Allah, dan aku yakin bahwa aku adalah Dia itu. Ketika aku dalam keadaan seperti ini aku berkata: “Kami menginginkan tatanan baru, langit baru dan bumi baru, maka aku menciptakan bumi yang pada mulanya dalam bentuk global tanpa pembedaan dan penataan, kemudian aku pisahkan dan aku tata dengan tatanan yang benar. Aku mendapati diriku mampu menciptakannya seperti orang-orang yang mampu, lalu aku ciptakan dunia dan aku katakan: “Sesungguhnya kami hiasi langit dunia dengan lampu-lampu.” Kemudian aku katakan: “Sekarang kami ciptakan manusia dari suatu saripati dari tanah…” (Ainah Kamalat Islam; 564-565)
Bersambung ke…
AQIDAH-AQIDAH QADIANISME
